Oleh: ipmtanggungan | September 3, 2010

Fiqih Muhammadiyah belum Memiliki Pola

Yogyakarta – Pada hari pertama pengajian Ramadhan 1423 H, kamis (12/08) di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tampil sebagai panelis adalah Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Nagroe Aceh Darussalam, Alyasa Abubakar.Guru Besar IAIN Ar Raniry, Aceh ini dalam makalahnya menyebut ada tiga pola atau corak hukum Islam yaitu corak salafiyah, mazhabiyah dan tajdidiyah.

Pertama, corak salfiyah yaitu pendapat yang merujuk kepada fiqih (ijtihad) yang dihasilkan oleh para sahabat. Kedua, corak mazhabiyah yaitu fiqih yang dihasilkan oleh (merupakan ijtihad) para imam mazhab dan para pengikutnya. Ketiga, corak tajdidiyah yaitu corak fiqih hasil ijtihad ulama masa kini untuk menjawab persoalan dan kebutuhan umat masa kini.

Lebih jauh ahli hukum Islam asal Aceh ini mengatakan bahwa fiqih yang dikembangkan di Muhammadiyah belum mempunyai pola yang taat asas, sistematis dan konprehensif.

“Walau pun Muhammadiyah tidak bermazhab, tetapi Muhammadiyah belum sanggup untuk keluar dari mazhab yang ada. Sabam hari salafiyah, dihari yang lain tajdidiyah seperti dalam kasus penetapan awal Ramadhan, Muhammadiyah menggunakan tajdid, tetapi dalam hal kayfiyat sholat tarawih, Muhammadiyah cenderung salafiyah” paparnya. (Moel)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: